Untuk Menjadi Pemimpin yang Bijaksana, Kita Perlu Meluruskan Persepsi tentang Makna Kepemimpinan

Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan.
Sementara kepemimpinan adalah sebuah peran bukan sekedar posisi.

Banyak di antara kita yang memiliki kompetensi tapi kompetensi tersebut tidak banyak bermanfaat untuk perkembangan organisasi yang kita jalani. Kompetensi itu banyak yang terpendam dan kurang berkembang, bahkan ada beberapa yang tidak muncul. Mereka inilah orang-orang yang terjebak dalam position trap (jebakan posisi). Sebuah jebakan yang cukup berbahaya yang berefek pada kehidupan personal seseorang dan performance organisasi. Mereka inilah orang-orang yang hanya berfikir: saya hanya orang biasa dan bukan siapa-siapa, itu kan kewajiban ketuanya, biarkan BPH, alumni atau guru saja yang memutuskan, kita tunggu saja nanti hasilnya, iya nih ketuanya belum ngajak rapat sih, saya enggak enak sama ketuanya, dan kata-kata sejenisnya. more

Bagaimana cara agar kita dapat meraih kesuksesan di dalam hidup kita?

Bagi sobat pembaca yang juga adalah seorang pecinta sepak bola, salah satu olahraga paling populer di jagat raya, film “GOAL!” yang dibintangi oleh Kuno Becker sebagai Santiago Munez pastinya menjadi film yang tidak asing buat kalian, bukan?

Yap, secara sekilas film ini menceritakan tentang perjuangan seorang immigrant Amerika yang berasal dari Negara Meksiko, Santiago Munez, dalam mengejar impiannya menjadi pemain sepak bola professional. Santiago kecil hidup dengan semangatnya bermain sepak bola bersama teman-temandi lingkungan tempat tinggalnya sampai suatu saat ia harus meninggalkan Meksiko, karena alasan keamanan, untuk kemudian tinggal di Los Angeles. Ia tumbuh berkembang menjadi seorang pria dewasa di tengah keluarga kecilnya bersama dengan ayah, nenek, serta adik Santiago. Setiap hari ia harus membantu Ayahnya membersihkan taman-taman rumah milik orang kaya di kawasan LA untuk mencari uang. Meski demikian, Santiago selalu meluangkan waktu untuk bermain sepak bola dengan klub local amatirnya.  more

Pada hari Jumat, 21 Agustus 2015 lalu diselenggarakan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Indonesia. OKK merupakan sarana orientasi kampus tingkat universitas yang diikuti oleh ribuan mahasiswa baru yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Pada OKK kali ini, Arry Rahmawan selaku Direktur dari CerdasMulia Institute mendapatkan kesempatan untuk berbicara di hadapan ribuan mahasiswa baru untuk memberikan semangat dan motivasi untuk bisa berkontribusi bagi Indonesia.

Dalam pemaparannya, Arry menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi itu hanya perlu menjadi seorang mahasiswa yang cerdas (senantiasa meningkatkan kapasitas diri) dan mulia (memastikan dirinya bermanfaat untuk orang lain). Hidup CerdasMulia memastikan bahwa kehidupan yang akan diraih tidak hanya membuat kita mampu berprestasi, tetapi juga menggapai kebahagiaan hidup yang luar biasa. Hal ini seperti dijelaskan dalam Filosofi Hidup CerdasMulia.

Pengalaman menunjukkan, dengan menerapkan filosofi hidup CerdasMulia ini, selama kuliah Arry dapat meraih beberapa prestasi. Termasuk mencetak IPK 4.00, memimpin CerdasMulia Institute, menerbitkan buku best – seller, menjadi delegasi Indonesia untuk ke luar negeri, dan lain sebagainya. Banyak peserta yang terinspirasi dengan adanya talkshow ini dan talkshow yang menggugah semangat seperti ini merupakan hal yang esensial untuk mahasiswa baru.

Selain Arry Rahmawan, pembicara lainnya adalah Andreas Sanjaya selaku CEO Badr Interactive yang berbicara dari sisi entrepreneurship, dan Andri Rizqi Putra dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB).

Bagi Anda yang ingin mengadakan inspirational talkshow atau seminar pengembangan diri untuk mahasiswa baru, silakan hubungi kami di contact@cerdasmulia.co.id atau hubungi kami di 0856 4087 9848. Kami senang dapat membantu institusi Anda menghasilkan generasi muda CerdasMulia.