Belajar Menentukan Pilihan Hidup

Setiap hari kita menemui banyak pilihan, seperti berbagai pakaian yang bisa dipakai pada hari itu, berbagai alternatif kendaraan untuk mencapai tujuan, berbagai pilihan tempat makan siang, dan pilihan-pilihan lainnya. Sebagian pilihan tersebut dapat kita putuskan tanpa memerlukan banyak usaha karena merupakan hal yang rutin dan biasa. Namun, tidak semua keputusan dapat kita tentukan dengan mudah. Memilih jurusan kuliah, misalnya. Hal tersebut memerlukan pertimbangan yang masak karena menyangkut dengan masa depan kita.

Berikut ini beberapa langkah untuk menentukan pilihan yang memerlukan pertimbangan yang matang.

Kenali masalah

Pastikan kita mengetahui apa yang harus kita pilih, mengapa kita harus memilihnya, dan apa akibatnya kalau kita tidak bisa memilih. Dengan demikian kita tahu apakah masalah tersebut benar-benar penting sehingga kita perlu mencurahkan banyak perhatian terhadap masalah tersebut. Perhatian yang diperlukan untuk menentukan kendaraan yang akan ditumpangi pada saat biasa saja tentu tidak sama dengan yang dibutuhkan ketika terburu-buru tetapi tidak punya cukup uang.

Gali informasi mengenai pilihan

Agar tidak salah memilih, kita perlu mengetahui informasi-informasi yang relevan mengenai pilihan-pilihan tersebut. Pada saat mencari informasi tersebut, mungkin kita juga bisa menemukan pilihan baru yang lebih baik dari pilihan-pilihan sebelumnya yang sebelumnya tidak terpikirkan atau tidak kita ketahui. Cari tahu apa saja keuntungan dan kerugian di setiap pilihan tersebut. Sebaiknya kita mencari dari berbagai sumber agar informasi yang kita peroleh lengkap.

‘Timbang’ pilihan-pilihan

Setelah kita mengetahui keuntungan dan kerugian setiap pilihan, kita dapat membandingkan tiap pilihan tersebut berdasarkan keuntungan dan kerugian tersebut. Tentu kita memilih pilihan yang paling banyak keuntungannya dan paling sedikit kerugiannya. Akan tetapi, jika kedua pilihan tidak bisa diperbandingkan, misalnya naik angkot lebih murah tetapi lebih lama atau naik ojek yang lebih mahal tetapi lebih cepat, maka kita sesuaikan dengan tujuan kita pada saat itu. Apakah yang lebih penting adalah lebih cepat sampai atau yang tidak mengganggu anggaran lain. Selain itu, kita juga bisa mencoba mengkuantifikasi keuntungan dan kerugian itu. Misalnya, kecepatan naik angkot kita beri nilai 3 sedangkan ojek 5, dan ongkos angkot kita beri nilai -2 dan ojek -3. Maka, angkot memiliki nilai 1 dan ojek 2, oleh karena itu kita pilih ojek.

Pilih, dan berkomitmen terhadap pilihan tersebut

Berdasarkan pertimbangan yang telah dilakukan sebelumnya, walaupun mungkin sulit, kita tetap harus memilih, dan pada akhirnya pun kita akan tetap memutuskan pilihan, termasuk jika kita memutuskan tidak memilih. Ketika pilihan sudah dibuat, kita hendaknya berkomitmen terhadap pilihan tersebut, karena kita sudah mempertimbangkan dengan baik sebelumnya.

Terimalah keputusan yang buruk sebagai pembelajaran

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Jika di kemudian hari pilihan kita ternyata tidak tepat, kita tidak perlu terlalu kecewa apalagi terus menerus menyalahkan diri sendiri, karena kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat keputusan yang tepat. Sebaiknya kita memang terbuka terhadap komentar, saran, dan kritik dan orang lain, tetapi kita pun perlu mempertimbangkan kembali sebelum mengubah atau mempertahankan keputusan yang telah kita buat, tidak terlalu cepat mengubahnya atau terlalu bertahan pada keputusan kita.

Selamat memilih, selamat menjadi lebih dewasa dengan menentukan pilihan!

Artikel ini ditulis oleh Amelya Dwi Astuti.

Share This:

Comments ( 0 )