Category: Blog CerdasMulia

Untuk Menjadi Pemimpin yang Bijaksana, Kita Perlu Meluruskan Persepsi tentang Makna Kepemimpinan

Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan.
Sementara kepemimpinan adalah sebuah peran bukan sekedar posisi.

Banyak di antara kita yang memiliki kompetensi tapi kompetensi tersebut tidak banyak bermanfaat untuk perkembangan organisasi yang kita jalani. Kompetensi itu banyak yang terpendam dan kurang berkembang, bahkan ada beberapa yang tidak muncul. Mereka inilah orang-orang yang terjebak dalam position trap (jebakan posisi). Sebuah jebakan yang cukup berbahaya yang berefek pada kehidupan personal seseorang dan performance organisasi. Mereka inilah orang-orang yang hanya berfikir: saya hanya orang biasa dan bukan siapa-siapa, itu kan kewajiban ketuanya, biarkan BPH, alumni atau guru saja yang memutuskan, kita tunggu saja nanti hasilnya, iya nih ketuanya belum ngajak rapat sih, saya enggak enak sama ketuanya, dan kata-kata sejenisnya. more

Bagaimana cara agar kita dapat meraih kesuksesan di dalam hidup kita?

Bagi sobat pembaca yang juga adalah seorang pecinta sepak bola, salah satu olahraga paling populer di jagat raya, film “GOAL!” yang dibintangi oleh Kuno Becker sebagai Santiago Munez pastinya menjadi film yang tidak asing buat kalian, bukan?

Yap, secara sekilas film ini menceritakan tentang perjuangan seorang immigrant Amerika yang berasal dari Negara Meksiko, Santiago Munez, dalam mengejar impiannya menjadi pemain sepak bola professional. Santiago kecil hidup dengan semangatnya bermain sepak bola bersama teman-temandi lingkungan tempat tinggalnya sampai suatu saat ia harus meninggalkan Meksiko, karena alasan keamanan, untuk kemudian tinggal di Los Angeles. Ia tumbuh berkembang menjadi seorang pria dewasa di tengah keluarga kecilnya bersama dengan ayah, nenek, serta adik Santiago. Setiap hari ia harus membantu Ayahnya membersihkan taman-taman rumah milik orang kaya di kawasan LA untuk mencari uang. Meski demikian, Santiago selalu meluangkan waktu untuk bermain sepak bola dengan klub local amatirnya.  more

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

 more

Sebelumnya kita telah membahas mengenai pentingnya makna sebuah mimpi, betap mimpi menjadi sebuah pelatuk sederhana yang memberikan kekuatan tiap-tiap orang yang yakin dan percaya. Namun, apakah mimpi bisa terwujud hanya dengan percaya dan yakin? Tidak! Ya, tentu saja tidak. Mimpi adalah pijakan awal dan penjaga semangat, namun untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut tentu harus ada usaha nyata.

            Banyak orang kadang berpikir bahwa menjadi seorang yang berhasil meraih mimpi-mimpi adalah orang-orang yang memang terlahir untuk menjadi sukses. Padahal setiap orang-orang yang berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya bukanlah orang-orang yang terlahir dengan kesuksesan tapi mereka-mereka yang memulai langkah-langkah besar dalam hidupnya dengan langkah-langkah kecil bahkan langkah-langkah bayi.

 more

Begitu banyak kata-kata yang mengelu-elukan buku sebagai sahabat, sebagai teman yang bisa memberi waktu tenang bersama, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa (eh ini mah guru ya?). Namun, terkadang kita sering durhaka terhadapnya. Kita sering menyia-nyiakannya. Seakan ia hanya sebatas benda biasa. Sesungguhnya kita sebagai intelektual muda harus pula menghargai, merawat, dan menjaga buku yang kita miliki. Buku adalah aset yang sangat berharga sehingga wajar bila kita menjaganya. Dan benar, saat kita mencarinya kita kebingungan mendapatkannya karena kita tidak sering begitu saja meletakkannya sembarangan. Ini adalah beberapa kiat untuk menjaga buku dan merawat buku yang kita miliki.

 more

Setiap hari kita menemui banyak pilihan, seperti berbagai pakaian yang bisa dipakai pada hari itu, berbagai alternatif kendaraan untuk mencapai tujuan, berbagai pilihan tempat makan siang, dan pilihan-pilihan lainnya. Sebagian pilihan tersebut dapat kita putuskan tanpa memerlukan banyak usaha karena merupakan hal yang rutin dan biasa. Namun, tidak semua keputusan dapat kita tentukan dengan mudah. Memilih jurusan kuliah, misalnya. Hal tersebut memerlukan pertimbangan yang masak karena menyangkut dengan masa depan kita.

Berikut ini beberapa langkah untuk menentukan pilihan yang memerlukan pertimbangan yang matang.

 more

“Kamu dengerin aku nggak, sih?” Nana terlihat frustrasi setelah beberapa saat memulai ceritanya.

“Iya, aku denger, kok!” jawab Cita sambil tetap memainkan ponselnya.

Sudahkah Cita melakukan apa yang sebenarnya diharapkan oleh Nana? Apakah Nana hanya ingin didengar, atau sebenarnya ingin didengarkan?

Menyimak bukan sekadar mendengar

Dari penggalan percakapan di atas, kita tahu bahwa Cita memang mendengar apa yang Nana katakan. Telinga Cita masih berfungsi dengan baik untuk menangkap suara temannya itu. Namun, apa yang ingin Nana sampaikan bisa jadi lebih dari apa yang dia katakan. Dengan mata yang menatap ponsel, dan pikiran yang terbagi-bagi, saya hampir yakin Cita tidak bisa menangkap dengan menyeluruh isi cerita Nana. Mendengarkan bukanlah menerima informasi dengan pasif dan terjadi begitu saja, melainkan sebuah kegiatan aktif di mana kita memutuskan untuk mendengarkan dan memahami pesan yang ingin disampaikan oleh pembicara.

 more

Setiap akhir tahun, banyak orang rajin membuat resolusi yang ingin dicapai di tahun mendatang. Tahun berikutnya, hal tersebut dilakukan kembali. Begitu terus setiap tahun. Namun, pada beberapa orang, resolusi yang dibuat di setiap akhir tahun itu berisi hal-hal yang kurang lebih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, atau dengan kata lain, perubahan itu tidak atau kurang berhasil. Hal ini sering terkait dengan sulitnya mengubah kebiasaan.

Susah bangun pagi, malas olah raga, dan kebiasaan-kebiasaan tidak produktif lainnya seringkali menjadi penghambat dalam perbaikan diri untuk mencapai tujuan. Namun, saat Anda ingin mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut, bukan tidak mungkin kebiasaan yang baru tidak bertahan lama. Clear (2013) melihat hal ini dapat terjadi karena perubahan kebiasaan itu tidak melibatkan pembaruan identitas.

 more

Setiap dari kita pasti ingin sukses, tidak terkecuali. Siapa pun diri kita. Sukses adalah hal yang diidam-idamkan, sukses menjadi nyata ketika kita benar-benar bisa menikmati arti sukses tersebut. Namun, terkadang sukses sangatlah berbeda antara satu orang dengan orang lain sehingga titik akhir dari sebuah kesuksesan tiap orang pun berbeda satu dengan yang lain. Untuk menjadi sosok yang sukses, kita haruslah memiliki jiwa yang tak gampang puas, karena ketika kita sudah puas begitu saja dengan apa yang kita dapat maka di titik itulah kesuksesan akhir kita berhenti. Lalu, apakah puas (bersyukur) itu tidak perlu? Ya, tetap perlu. Namun, kembali lagi setelah kita puas (syukuri hasil) kita harus kembali targetkan untuk hal yang lebih baik.

 more

Ayah, ibu, keluarga, saudara, dan sahabat adalah orang-orang yang sangat berharga bagi kita, mereka adalah orang-orang yang kita sayangi. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mereka, orang-orang yang kita sayangi. Beberapa hal kecil yang dapat kita lakukan untuk terus menjaga mereka sebagai seorang yang kita sayangi antara lain sebagai berikut:

 more