Dream It. Believe It. Achieve It.

Setiap dari kita pasti ingin sukses, tidak terkecuali. Siapa pun diri kita. Sukses adalah hal yang diidam-idamkan, sukses menjadi nyata ketika kita benar-benar bisa menikmati arti sukses tersebut. Namun, terkadang sukses sangatlah berbeda antara satu orang dengan orang lain sehingga titik akhir dari sebuah kesuksesan tiap orang pun berbeda satu dengan yang lain. Untuk menjadi sosok yang sukses, kita haruslah memiliki jiwa yang tak gampang puas, karena ketika kita sudah puas begitu saja dengan apa yang kita dapat maka di titik itulah kesuksesan akhir kita berhenti. Lalu, apakah puas (bersyukur) itu tidak perlu? Ya, tetap perlu. Namun, kembali lagi setelah kita puas (syukuri hasil) kita harus kembali targetkan untuk hal yang lebih baik.

Saat bicara tentang sukses, saya tergelitik dengan tagline dari kegiatan PW (pelepasan wisudawan) dari program studi saya. Dream it, Believe it, Achive it. Saya berpikir, apa makna yang tersirat di sana. Dan saya pun menerka-nerka hal tersebut. Hingga akhirnya saya menyimpulkan, inilah arti dari tagline tersebut.

Dream it; sebuah pepatah usang pernah mengatakan bahwa bermimpilah karena bermimpi itu hal yang gratis atau pula pepatah usang satu ini mimpi adalah awal sebuah kesusuksesan. Mengapa bermimpi? Apa maksud dari mimpi? Di sini, saya artikan mimpi sebagai “cita-cita”, tujuan dari apa yang akan kita inginkan di masa depan. Bermimpi adalah hal yang penting, karena dengan adanya mimpi, maka kita memiliki tujuan hidup kita. Apa yang ingin kita gapai di masa depan, apa yang ingin kita perjuangkan untuk hari esok. Mimpi sangatlah penting. Tanpa tujuan, ke mana kita akan pergi?

Believe it; mempercayai mimpi sama pentingnya dengan bermimpi itu sendiri, memiliki cita-cita. Percaya adalah hal yang ada di dalam hati kita yang mana kita memasukan apa yang kita impikan, kita cita-citakan ke dalam alam bawah sadar dalam diri kita. Apa pentingnya hal tersebut? Sangat penting, menurut penelitian alam bawah sadarlah yang lebih berperan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga, mempercayai cita-cita kita adalah hal yang penting pula untuk menjadikan cita-cita kita menjadi nyata.

Achive it; terakhir adalah menggapainya. Menggapai mimpi adalah hal yang bisa dilakukan hanya dengan bertindak. Menggapai adalah sebuah kata kerja, memahami itu berarti kita pun harus memahami bahwa mimpi kita akan bisa menjadi nyata bila kita benar-benar berusaha, bertindak untuk menggapai mimpi tersebut. Bila kita ibaratkan, tindakan adalah ujung tombak dari mimpi dan percaya pada mimpi.

Menjadi pemimpi adalah hal yang penting, menjadi pemimpi berarti kita memiliki tujuan. Mempercayai mimpi adalah mereka yang percaya bahwa kita bisa untuk mencapai tujuan kita. Dan menggapai mimpi adalah aksi nyata menggapai mimpi kita. Itulah tiga hal yang bisa saya bagi pada artikel kali ini. Semoga kita bisa menjadi sosok pemimpi, percaya pada mimpi, dan penggapai mimpi di dalam satu diri ini.

 

Permadi Heru P

Depok, 28 September 2013

Share This:

Comments ( 0 )