Bagaimana Menjaga Makna Hidup Agar Konsisten

Adakah Cara yang Membuat Saya Dapat Memaknai Hidup dengan Konsisten?

Seringkali saat kita sudah menemukan makna hidup kita, di mana ternyata tugas kita adalah menjadi yang terbaik, menolong sesama, dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT, kita lupa untuk menjaga konsistensi ini. Realita kehidupan seringkali membuat kita lupa tentang makna hidup kita sendiri.

Di bagian ini, kita akan menemukan cara bagaimana agar kita dapat terus selalu ingat dan memaknai arti kehidupan kita dengan konsisten. Apa sajakah caranya? Silakan Anda simak.

Catatan : Bagi Anda yang belum menemukan makna hidup Anda, silakan Anda baca terlebih dahulu Bagaimana Memaknai Hidup dengan Sebenarnya

Cara Pertama : Meningkatkan Koneksi dengan Allah SWT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada bagian Bagaimana Memaknai Hidup dengan Sebenarnya, cara terbaik untuk menemukan makna hidup adalah dengan berkontemplasi dan banyak membaca ‘panduan hidup’ dari pencipta langsung manusia, Allah SWT. Menurut kami, makna kehidupan terdalam adalah saat kita secara sadar dan kontinu memahami bahwa hidup di dunia ini semata – mata adalah untuk menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT dengan cara : menjadi yang terbaik dalam segala aktivitas dan menolong sebanyak – banyaknya orang menuju kebaikan.

Maka, cara paling mudah untuk menjaga agar kita selalu ingat makna hidup adalah dengan meningkatkan intensitas hubungan kita dengan Allah SWT. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam hidup sehari – hari, bisa jadi porsi hubungan kita dengan Allah SWT adalah porsi hubungan yang paling kecil atau sedikit.

Sekarang coba mari kita sama – sama audit seberapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menjaga koneksi kita dengan Allah SWT. Apabila perintah shalat itu sebanyak 5x sehari dan masing – masing kita kerjakan selama 10 menit. Maka kita menyediakan waktu untuk terkoneksi selama 50 menit. Sisanya, biasanya kita gunakan untuk melakukan pekerjaan, belajar, atau berhubungan dengan orang lain.

Bayangkan, waktu yang kita miliki selama 24 jam ini, ternyata digunakan untuk terkoneksi dengan Sang Pencipta kita hanya selama kurang lebih 1 – 2 jam saja. Maka, wajar apabila seringkali kita lupa makna hidup kita untuk apa sehingga banyak juga hal – hal tidak berguna yang kita lakukan.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan koneksi dengan Allah SWT? Meningkatkan koneksi dengan Allah SWT bisa kita lakukan dengan dua hal : meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan.

Meningkatkan kuantitas, berarti kita menyediakan waktu lebih untuk bisa berhubungan dengan Allah SWT. Cara paling mudah adalah selain mengerjakan amalan wajib, kita juga mengerjakan amalan sunnah. Hal yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Mengerjakan shalat wajib dengan khusyuk
  • Mengerjakan shalat dhuha dan shalat tahajud
  • Membaca dan memahami isi Al – Quran

Kami mengasumsikan bahwa Anda memahami dan memaknai bacaan shalat yang Anda baca. Ini merupakan faktor penting untuk tetap menjaga makna hidup kita. Seringkali banyak orang yang lalai dalam shalatnya karena tidak memahami apa yang dia baca. Bacaan shalat bukan hanya untuk dihafal, tetapi dipahami dan dimaknai.

Sebagai contoh, dalam petikan doa iftitah yang dibaca di awal shalat apabila kita mengetahui arti dari doa yang kita baca maka kita akan mengetahui artinya sebagai berikut,

“….Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam….”

Bayangkan apabila kita mengetahui arti bacaan shalat yang dilakukan sedikitnya selama 5 kali dalam sehari, maka kita akan terus-menerus diingatkan bahwa sesungguhnya hidup kita ini memang untuk taat kepada Allah SWT.

Meningkatkan kualitas, berarti kita mulai secara perlahan memaknai pekerjaan yang kita lakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Hal yang paling sederhana adalah dengan cara berdoa sebelum kita melakukan segala aktivitas dan meniatkan bahwa aktivitas yang kita lakukan tersebut semata – mata adalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam. Beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah SWT adalah,

  • Memahami setiap bacaan – bacaan shalat dan Al Quran yang kita baca dalam kehidupan sehari – hari
  • Meniatkan dan berdoa di setiap aktivitas yang kita lakukan, bahkan sampai hal terkecil seperti misalkan kita ingin makan, minum, atau belajar

Seseorang yang meniatkan makan itu untuk beribadah akan berbeda seperti orang biasa. Ketika kita meniatkan makan untuk ibadah, kita akan meniatkan bahwa apa yang kita makan ini akan menjadi energi yang akan kita gunakan untuk melakukan lebih banyak aktivitas kebaikan untuk Allah SWT. Dengan berdoa, kita seperti memiliki radar untuk memilih mana makanan yang baik dan yang buruk, hidup pun akan jauh lebih bersyukur dan membahagiakan.

Jadi, saran pertama dari kami untuk terus membuat makna hidup itu melekat pada diri Anda adalah dengan meningkatkan hubungan kepada Allah SWT baik secara kualitas maupun kuantitas.

Cara Kedua : Memilih Orang yang Akan Menjadi Teman Terdekat Anda

Kita boleh berteman dengan siapa saja, namun untuk teman dekat cobalah lebih selektif dalam memilih. Teman dekat adalah orang yang seringkali menjadi orang paling berpengaruh dalam hidup kita. Apabila kita membaca berbagai macam biografi orang – orang berhasil, mayoritas dari mereka akan mengatakan bahwa mereka memiliki lingkungan yang mendukung, termasuk teman – teman dekat yang satu frekuensi.

Agar kita dapat terus menjaga dan mengingat apa makna hidup kita, maka pastikan bahwa sahabat atau teman dekat di sekeliling kita juga merupakan orang yang memaknai hidup dengan pola atau cara yang mirip dengan pola yang kita lakukan. Dengan begitu, kita akan terus dijaga semangatnya dan membuat hidup kita terus bermakna.

Cara Ketiga : Menerapkan Circular Thinking (Berpikir Melingkar)

Cara ketiga yang bisa kita gunakan untuk menjaga agar kita selalu memaknai hidup dengan konsisten adalah dengan Berpikir Melingkar. Maksud berpikir melingkar adalah saat kita hendak melakukan aktivitas tertentu, kita berpikir apakah kita hanya berfokus pada satu titik tertentu atau sudah memikirkan aspek yang lain.

Ilustrasinya sebagai berikut,

Boby adalah seorang yang sangat terobsesi untuk kaya. Dia adalah seorang pengusaha penjualan otomotif yang memiliki banyak cabang hampir merata di Jakarta. Dulu, sewaktu Boby masih hidup belum sesukses sekarang, dia sangat rajin bersedekah dan berbagi hartanya. Namun, ketika sudah menjadi orang kaya, dia merasa bahwa apa yang dia miliki adalah hasil kerja kerasnya dan tidak layak untuk dinikmati orang lain. Hingga pada akhirnya terjadi sebuah kasus di mana bank tempat Boby menyimpan uang terseret sebuah skandal besar yang menyebabkan bank tersebut ditutup. Uang Boby yang ada di dalamnya sebesar Rp100 milyar tidak dapat ditarik. Beberapa hari kemudian dia jatuh sakit dan bahkan mengalami stroke (kondisi terus memburuk).

Pelajaran berharga dari kisah Boby tersebut adalah saat kita hanya berorientasi pada satu titik makna kehidupan, maka hidup kita cepat atau lambat akan mengalami disorientasi. Boby benar – benar terobsesi dengan menjadi kaya (menaikkan derajat kehidupan). Namun, dia lupa bahwa makna hidup di dunia ini memiliki unsur yang lain : menolong sesama dan menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT.

Maka dari itu, saat kita memiliki hasrat, impian, atau obsesi, selalulah berpikir melingkar.

Misalnya kita memiliki cita – cita untuk menjadi orang kaya dan terpandang (obsesi meninggikan derajat kehidupan). Bila kita berpikir melingkar, maka kita juga akan mengecek aspek kebermanfaatan, dan ketaatan. Dengan mengecek titik ketaatan, kita akan dijaga untuk hanya mencari kekayaan yang halal dan diperbolehkan oleh Allah SWT. Dengan mengecek titik kebermanfaatan, kita juga akan senantiasa berbagi kebermanfaatan dengan kekayaan yang kita miliki.

Ilustrasi sederhananya digambarkan dalam bentuk seperti ini,

Model Berpikir Melingkar

Model Berpikir Melingkar

Dengan berpikir melingkar, diharapkan segala aktivitas kita akan selalu seimbang di antara ketiga titik tersebut. Apabila Anda ingin mempelajari makna hidup dengan lebih dalam, silakan cek bagian sebelumnya yang membahas tentang Bagaimana Cara Kita Memaknai Hidup dengan Bijaksana?

Kami akan menceritakan satu kisah lagi. Dony baru saja lulus gelar S2 dari sebuah universitas ternama. Dony mendapatkan banyak sekali tawaran bekerja, karena dia merupakan seorang yang berprestasi. Tidak jarang, perusahaan multinasional banyak yang menawarinya bekerja dengan gaji dua digit. Namun, yang dipilih Dony adalah menjadi dosen dengan penghasilan yang tidak seberapa.

Dony tidak melihat pekerjaan hanya dari segi gaji dan kekayaan, tetapi dia melihat pekerjaan juga dari aspek apakah dia bisa menjadi seorang yang taat kepada Allah SWT dan memberi kebermanfaatan yang luas.

Dony mempertimbangkan dia mendapatkan tawaran menjadi konsultan dengan gaji dua digit (bisa mendapatkan derajat tinggi), tetapi dia melihat bahwa bekerja sebagai konsultan sangat sibuk dan bahkan waktunya akan habis untuk bekerja saja (seringkali tidak sempat beribadah dengan khusyuk). Belum lagi jika harus menemani klien dan mengikuti acara entertainment yang seringkali tidak bermanfaat. Selain itu, manfaat yang dia berikan hanyalah untuk perusahaan – perusahaan kelas kakap asing di mana biasanya perusahaan ini akan semakin menekan pengusaha – pengusaha lokal Indonesia. Kondisi seperti ini menyulitkan Dony untuk memaknai hidupnya secara merata. Sehingga, dia pun menolak peluang menjadi konsultan ini.

Dony kemudian melihat peluangnya untuk menjadi dosen. Secara gaji, bisa dibilang sangat kecil (hanya seperlima dari tawaran sebelumnya). Namun, dia melihat bahwa menjadi dosen itu waktunya sangat fleksibel dan bisa digunakan untuk beribadah dengan khusyuk. Selain itu, Dony juga sudah jelas memberikan banyak manfaat kepada generasi muda Indonesia yang dicerdaskan melalui ilmu yang disampaikannya. Dengan menjadi dosen, Dony juga bisa menjadi seorang konsultan yang dipercaya. Dengan gigih, dia membangun usaha konsultannya.Bahkan, dia membuat sebuah jasa konsultan yang sangat mempertimbangkan aspek ketaatan kepada Allah SWT dan memberikan kebermanfaatan. Sekarang, dia seringkali menangani klien dari berbagai macam perusahaan lokal yang ingin ekspansi secara internasional. Bayaran untuk dia pun saat ini sudah sangat mahal sekali, dan yang paling penting dia bisa meniatkan itu semua untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara membangun Indonesia.

CerdasMulia Akan Membantu Anda Menemukan Kembali Makna Hidup Anda yang Sesungguhnya

CerdasMulia Institute sangat concern untuk membantu Anda menemukan makna hidup yang sebenarnya agar dapat mengungkit capaian hidup dengan lebih banyak lagi. Bagi Anda yang ingin belajar lebih lanjut tentang bagaimana cara menemukan makna hidup Anda, silakan Anda klik link berikut ini:

Pelatihan Menemukan Makna Hidup dan Pengembangan Karakter dari CerdasMulia Institute

Apabila Anda ingin mempelajari dengan lebih banyak serta lengkap tentang bagaimana caranya menemukan potensi diri yang dapat mengungkit capaian hidup Anda, silakan hubungi CerdasMulia Institute di +62 856 4087 9848 atau email di contact@cerdasmulia.co.id.